Kafe Ramah Lingkungan dan Lansia di Kota Batu, Jawa Timur

23:18:00

Bandara di Malang
Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang


Memang perjalanan yang tidak direncanakan pasti selalu terjadi ya.

Bulan lalu, seorang kerabat mengajak saya dan mama untuk liburan ke Kota Batu, Jawa Timur. Kasus covid saat ini sudah sedikit menurun. Saya dan mama juga sudah vaksin untuk ketiga kalinya. Kami pun memberanikan diri untuk pergi tanggal 6 April kemarin.


Ramah Lansia 


Zero Waste Cafe Indonesia
Sedang Nostalgia di Retrorika

Tidak banyak tempat yang kami kunjungi di Kota Batu karena rata-rata tempat wisatanya tidak ramah untuk lansia. Tapi ada satu tempat di kawasan Desa Wisata Bumiaji berkesan sekali. Kami sampai dua kali ke sana karena mama suka tempatnya. Namanya Retrorika Coffee Bar and Restaurant


Pertama kali ke sini, saya pikir Retrorika hanya menyajikan kopi, teh, atau cokelat seperti kedai kopi pada umumnya. Saya salah. Selain menu kafein, Retrorika juga menyediakan menu minuman tradisional. Jika kita mengajak lansia, kita bisa membelikan minuman seperti Jamu Kunyit Asam dan Wedang Uwuh untuk mereka.

Zero Waste Cafe Indonesia
Never too old to visit a cafe

Luas Retrorika tidak terlalu besar. Mama dan tante saya yang sudah lansia ini masih bisa keliling kafe sambil sesekali diam-diam difoto. Jarang kan lansia bisa nongkrong di kafe. Kalau mereka nongkrong di Jakarta, mungkin orang-orang pada ngeliatin ya. Ngapain sih orang tua nongkrong di kafe :p Padahal lansia kan juga butuh hiburan yak.


Ramah Lingkungan

Zero Waste Cafe Indonesia
Ramah Lingkungan ala Retrorika 

Gak hanya ramah lansia, Retrorika juga ramah lingkungan loh! Pemilik Retrorika mengumpulkan berbagai macam barang bekas dan ‘menyulapnya’ menjadi interior Retrorika. Banyak orang penasaran ke sini justru untuk berfoto di tengah interior Retrorika yang sangat unik dan sustainable. Konsepnya jelas. Membuat kita nostalgia betapa ramahnya lingkungan di kala itu.

Zero Waste Cafe Indonesia
Unik banget kan kap lampunya?

Selain penggunaan barang bekas, Retrorika juga tidak menyediakan tisu sekali pakai. Sebaliknya Retrorika menyediakan tisu kain guna ulang jika pelanggan membutuhkannya.


Kopi Susu Retrorika


Begitu pun dengan sedotan dan gelas plastik sekali pakai. Kamu tidak akan bisa menemukannya di Retrorika. Sebagai alternatif, Retrorika menyediakan sedotan stainless guna ulang dan gelas kaca. 

Zero Waste Cafe Indonesia
Tempat Sampah Terpilah

Untuk pengelolaan sampah, Retrorika menyediakan tempat sampah terpilah di dekat pintu masuk. Harapannya, pelanggan dapat memasukkan sampah hasil konsumsi sesuai dengan kategori sampah. Sampah organik seperti cangkang telur biasanya dipakai lagi untuk pupuk tanaman alami. Sedangkan sampah kertas dan plastik akan dikirimkan ke Bank Sampah setempat.


Seneng banget sih ke sini, gak ada tuh sampah tisu, sedotan, atau gelas plastik yang berserakan di meja. Kalau pun ada, itu pasti pengunjung yang bawa dari luar.


Tumbler Guna Ulang
Lumayan Diskon untuk Take Away Coffee 

Oh satu lagi, Retrorika menyediakan tumbler guna ulang jika kamu ingin membawa pulang minuman. Tapi tumblernya bayar ya, gak gratis! Kalau kamu gak mau bayar dan dapat diskon, kamu bisa bawa tumbler sendiri dari rumah ya. 


Makanan dan Minuman 


Pokwe Retrorika
Menu Pokwe Favorit!

Saya berkunjung ke Retrorika saat bulan Ramadan. Saat itu, Retrorika punya program Pokwe, bahasa Jawa yang berarti "Jupuk Dewe" alias makan prasmanan. Kamu bisa pilih sendiri menu makanan untuk buka puasa plus gratis air putih, dan takjil.


Rasa makanan yang disajikan Retrorika waktu itu enak banget sih. Gak terlalu asin dan gak berasa micin banget juga. Cocok untuk lidah mama saya yang seorang vegan dan gak biasa makan micin.


Harganya? Gak usah diragukan lagi lah. Murah banget. Satu porsi makanan mulai dari 15 ribuan lah. Tergantung lauk dan sayur yang kamu makan. 


Nyaman banget ke Retrorika pas puasa. Gak terlalu ramai dan bising. Enak kalau mau lama-lama ngobrol di sini.


Untuk kopinya juara sih, cocok untuk saya yang ga bisa minum kopi strong. Harganya murah pulak. Kopi susu masa cuma 10 ribu. Biasa saya sekali ngopi di Jakarta tuh bisa habis 25 - 50 ribu.


Berkunjung Lagi?

Interior Retrorika Kafe Batu
Tuh banyak kan yang ijo-ijo :p

Definitely, yes! Suka sih sama semuanya yang ada di Retrorika. Mas dan mbak staff Retrorika juga ramah-ramah banget. Pelayanannya pun cepet! Dan segar juga lihat banyak yang ijo-ijo di Retrorika meskipun bukan duit :p

Wajib banget berkunjung ke Retrorika kalau kalian lagi liburan ke Kota Batu! Inget di Kota Batu ya bukan di Kota Malang.


Siapa yang pernah liburan ke Kota Batu? Tempat apa saja yang pernah kamu kunjungi di sana? 


You Might Also Like

8 comments

  1. Udah lama banget nggak pernah ke Batu, boleh juga nih mampir kalau ke sana, makanannya kayaknya enak ya, apalagi kalau jupuk dewe alias prasmanan hihihi.
    Saya kalau ke Batu, biasanya ke alun-alun doang, jadinya ga tau ada tempat sekece ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang banyak kedai kopi asik seperti ini di Kota Batu mbak.

      Delete
  2. Aku suka acara tv Jepang yg memikirkan sosialisasi buat lansia. Lansia tu butuh nongkrong juga, bukan cuma nunggu takdir akhir di rumah aja. Di Jogja, cafe ada di tiap pengkolan tapi isinya anak2 muda sehingga yg tua dikit males kesitu padahal belum lansia. Semoga ada cafe yg ramah lansia di Jogja seperti di Batu. Aku sendiri ke Batu baru sekalu. Semoga ada rejeki kesana lagi. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Lansia juga butuh hiburan ya mbak :)

      Delete
  3. Kece banget cafe Retrorika.
    Konsepya bagus dan membuat lansia pun nyaman berada di ruang publik yang biasanya banyakan anak muda bekerja atau mengobrol.
    Di sini, menunya juga ciamik!
    Mantap jiwa nongki di cafe Retrorika, Batu.

    ReplyDelete
  4. Seneng banget lihatnya, jadi bisa quality time bareng Mama disini sambil ngopi-ngopi cantik

    ReplyDelete

Give Me Your Comment